Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/ekoranid/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Desa Embalut Siapkan Sentra Jagung, Ubah Ketergantungan Ekonomi - e-koran.id - SANTUN TERKINI
ADVERTORIALKUTAI KERTANEGARA

Desa Embalut Siapkan Sentra Jagung, Ubah Ketergantungan Ekonomi

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintahan Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, tetap menjalankan program pengembangan lahan bekas tambang. Luas lahan 40 hektar tersebut akan dimanfaatkan dan dialihfungsikan untuk pertanian.

“Kami tetap akan bergerak sesuai rencana yang disusun. Terutama, untuk pengembangan komoditas jagung. Kini komoditas tersebut sudah mulai digarap secara bertahap,” ungkap Kepala Desa Embalut, Yahya.

Dia merasa optimias program pengembangan lahan bekas tambang tersebut bisa berjalan. Bahkan, saat ini memasuki tahap menyaluran benih ke petani. “Kami harapkan hasil panen nanti bisa menjadi contoh nyata, kalau lahan bekas tambang tersebut bisa produktif,” kata dia.

Menurut dia, program pengembangan lahan bekas tambang tersebut merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Desa Embalut. Tujuannya, untuk menghadirkan sumber ekonomi alternatif bagi warga.

“Selama ini, masyarakat masih sangat bergantung ke sektor perikanan. Karena itu, pertanian jagung dinilai memiliki potensi unggulan baru, yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi desa,” kata Yahya.

Dia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Embalut sedang menjalin komunikasi intensif dengan dinas terkait di Pemkab Kukar. Komunikasi tersebut untuk memastikan program ini tetap mendapatkan dukungan teknis dan anggaran.

“Selain pendampingan, desa juga membutuhkan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan akses jalan usaha tani,” kata dia.

Yahya mengatakan bahwa Pemerintah Desa tetap menyusun laporan kemajuan program sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan. Data tersebut akan menjadi bahan penguat untuk melakukan lobi ke kementerian terkait.

“Kita ingin menunjukkan kalau masyarakat desa mampu bangkit dan mandiri, jika diberi kepercayaan. Lahan bekas tambang ini kini mulai memberi harapan baru,” kata dia. (adv/gs/Diskominfo Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *