Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/ekoranid/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Teknologi Pengolahan Sampah Berbasis Insinerator Perlu Diawasi Ketat - e-koran.id - SANTUN TERKINI
ADVERTORIAL

Teknologi Pengolahan Sampah Berbasis Insinerator Perlu Diawasi Ketat

SAMARINDA – Pemkot Samarinda memiliki rencana mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah berbasis insinerator di beberapa titik strategis Samarinda. Insinerator ramah lingkungan ini akan mampu mengolah hingga 10 ton sampah per hari di setiap unitnya. Apabila diwujudkan tahun 2025, maka total target sampah yang bisa dikelola 100 ton setiap harinya. Bagaimana tanggapan DPRD Kota Samarinda?

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menyampaikan bahwa Pemkot Samarinda perlu berhati-hati menerapkan sistem teknologi dalam pengelolaan sampah. Alasannya, walau insinerator memberikan solusi pengolahan sampah lebih efisien dan ramah lingkungan, tetapi teknologi tersebut perlu diawasi secara ketat.

“Kehati-hatian menerapkan teknologi dalam pengolahan sampah sangat penting sekali. Harus ada pengawasan ketat, agar tidak menimbulkan dampak negative. Kami ingin teknologi itu benar-benar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat. Jangan sampai justru menimbulkan masalah baru,” jelas dia.

Deni Hakim menilai permasalahan sampah di Samarinda masih belum bisa diatasi secara efektif. Padahal, anggaran yang disiapkan cukup besar. “Pengelolaan sampah masih bersifat reaktif, tanpa didukung data memadai dan pemahaman kebutuhan spesifik di daerah. Tidak ada jaminan anggaran besar bisa menyelesaikan masalah sampah, apabila tidak didukung perencanaan baik dan pengawasan ketat,” kata dia..

Dia mendorong Pemkot merumuskan strategi lebih inovatif dan berkelanjutan. Serta memastikan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran. “Tanpa langkah strategis terorganisir dan berbasis data, maka masalah sampah yang kronis akan terus terjadi, tanpa solusi jelas,” tandas dia. (ADV/nk)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *