Atasi Masalah Kemiskinan Ekstrim, Komisi IV dan Dinsos Gelar RDP
SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Sosial di Gedung DPRD Samarinda beberapa waktu lalu. RDP tersebut membahas tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan sempat melaksanakan aksi demo.
Menurut Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, ada beberapa point tuntutan dari mahasiswa. Termasuk masalah kemiskinan ektrim di Samarinda. Sejumlah upaya yang telah dilakukan menangani kemiskinan ekstrim di Samarinda. Serta, penggunaan anggaran dalam penanganan kemiskinan ektrim tersebut.
“Dalam RDP dibahas soal data kemiskinan ekstrim di Samarinda. Dari data itu terlihat program-program yang telah dilaksanakan Dinas Sosial maupun Dinas Pendidikan. Lalu, kita juga membahas validasi data kemiskinan ekstrim. Usai diverifikasi berbagai lembaga, tinggal 1.232 jiwa yang terdaftar,” jelas dia.
Menurut dia, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Tenaga Kerja telah melakukan upaya penurunan angka kemiskinan ekstrim di Samarinda.
“Program penanganan kemiskinan ekstrim tidak hanya terfokus di Dinas Sosial saja, tetapi juga melibatkan sejumlah OPD lainnya,” kata dia.
Dia menyampaikan bahwa pada tahun 2023 lalu, sejumlah program telah dilaksanakan. Seperti bantuan siswa miskin, subsidi air, bantuan sosial non tunai maupun bantuan kesehatan.
“Tahun ini (2024) dialokasikan bantuan sebesar Rp300 ribu selama 10 bulan untuk 1.329 keluarga. Ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan esktrim di Samarinda,” ucap dia. (ADV)
