Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/ekoranid/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Dewan Cek Kondisi Bangunan Pasar Pagi - e-koran.id - SANTUN TERKINI
ADVERTORIAL

Dewan Cek Kondisi Bangunan Pasar Pagi

SAMARINDA – Sejumlah anggota DPRD Samarinda meninjau dan mengecek bangunan Pasar Pagi, sekaligus mendengarkan keluhan para pedagang terhadap rencana Pemkot akan merevitalisasi bangunan Pasar Pagi tersebut, Rabu (11/10/2023).

Perwakilan pedagang Pasar Pagi menyambut rombongan anggota DPRD Samarinda. Dan, mereka mengajak anggota dewan tersebut berkeliling mengecek bangunan Pasar Pagi. Disela-sela pengecekan, perwakilan pedagang dan anggota dewan melakukan interaksi tanya jawab.

“Kehadiran kami disini (Pasar Pagi,red), memang memenuhi undangan para pedagang. Jadi bukan hanya inisiatif kita saja.

“Kita akui pasar ini memang perlu pembenahan. Saya juga setuju kalau tidak ada perdebatan sebenarnya antara kami dengan pemerintah kota (Pemkot),” kata Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar.

Permasalahan ini, kata dia,  seharusnya bisa selesai cukup sampai pedagang dan Pemkot. Sebenarnya,  para pedagang senang kalau tempat usaha mereka mau dibuat lebih nyaman.

Namun, Anhar mempertanyakan nasib pedagang Pasar Pagi yang akan direlokasi. Sebab, masih belum ada kepastian dari Pemkot, dimana lokasi pedagang itu dipindahkan.

“Sebenarnya, pedagang tidak keberatan kalau Pasar Pagi mau dibenahi. Pertanyaannya, kalau memang pedagang itu mau direlokasi. Dimana tempatnya? Apakah mampu menampung pedagang Pasar Pagi,” ungkap dia.

Anhar meminta Pemkot segera memutuskan lokasi untuk relokasi pedagang, apabila rencana pembenahan bangunan Pasar Pagi ingin dilakukan secepatnya. Tetapi, lokasi relokasi harus dipastikan mampu menampung hingga 2.800 pedagang.

“Itu harus dipastikan. Apakah akan dirombak total atau hanya renovasi saja. Misal seperti peremajaan kabel, yang saya lihat harus segera dibenahi. Kemudian sirkulasi udaranya hingga keramik, dan tata kios mereka,” jelasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *