DPRD Samarinda Ingin Kasus Banjir Lumpur Diusut Tuntas
SAMARINDA – Banjir lumpur terjadi di Jalan M. Said Samarinda, Gang 6 Blok A, RT 26, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda menerjang kurang lebih 23 rumah. Banjir lumpur tersebut diketahui merusak kendaraan warga dan menutupi jalanan.
Peristiwa tersebut mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Samarinda Eko Elyasmoko. Pada hari kejadian, Eko bahkan langsung meninjau lokasi banjir yang bercampur dengan lumpur. Ia kemudian melihat kejadian tersebut membuat warga di sekitar Jalan M. Said resah. Eko juga mendapatkan informasi bahwa banjir lumpur tersebut bersumber dari void (lubang) tampungan sementara yang lokasinya tak jauh dari titik banjir.
Banjir lumpur itu diduga imbas dari aktivitas pembangunan perumahan pengembang nasional di Jalan MT Haryono yang disegel Pemkot Samarinda, Kamis 19 Januari 2023 lalu. Di kawasan itu terdapat lubang galian atau void yang menampung air.
“Disinyalir bahwa void tersebut tidak mampu menampung debit air yang besar yang disebabkan tingginya curah hujan,” kata Eko.
Kasus banjir lumpur di Jalan M. Said Samarinda itu perlu diusut tuntas oleh Pemerintah Kota Samarinda. Selain itu, Eko menegaskan jika benar banjir lumpur tersebut dampak dari aktivitas di sekitarnya, maka harus ada bertanggung jawab.
“Saya kira ini harus diusut. Jika benar sumbernya dari void itu, maka pihak perumahan harus bertanggung jawab. Kalau mereka tidak sanggup, lebih baik dicabut saja izinnya.” tutur Eko.
Eko juga meminta kepada agar seluruh pihak terutama Pemkot Samarinda untuk segera mengambil tindakan. Dirinya khawatir banjir serupa akan meluas dan semakin banyak warga terdampak.
“Ini sudah parah menurut saya. Pihak terkait harus cepat dan tanggap terhadap hal-hal seperti ini. Anggaran terkait penanganan masalah ini juga harus dialokasikan. Kalau dibiarkan, kasihan masyarakat, aktivitasnya terganggu,” tegasnya.
Diketahui peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WITA di tengah hujan lebat. Banjir lumpur mengalir deras ke jalan hingga permukiman lebih rendah. Lumpur juga memasuki tidak kurang 20 rumah warga. Setidaknya warga di tiga RT terdampak banjir lumpur di Jalan M. Said Samarinda. Antara lain RT 26, RT 32, dan RT 34.
Aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda juga melakukan pengecekan untuk mengkaji dan menganalisis kebencanaan bersama bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, bidang Kedaruratan dan logistik, dan bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. (ADV)
