Ketua Komisi III DPRD Samarinda Tanggapi Pertimbangan Pertamina Tambah Kuota BBM
SAMARINDA – Antrean BBM tak kunjung reda, persoalan BBM ini masih menjadi hal yang meresahkan masyarakat. Mulai dari segi antrian untuk mendapatkan BBM hingga adanya parkir truk di sembarang tempat yang membahayakan masyarakat.
Hal ini kemudian mendorong DPRD Samarinda melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait. Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya Djoerani kemudian menyampaikan bahwa Pertamina akan mempertimbangkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Samarinda.
Hal ini dikarenakan adanya antrean truk untuk mengisi solar menggunakan fuel card di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dalam RDP tersebut, Komisi III mengundang Polresta Samarinda, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Bagian Perekonomian Sekretariat Kota Samarinda, SPBU Reguler Bio Solar Samarinda, dan Pertamina.
“Saat rapat tadi, pihak Pertamina akan mempertimbangkan penambahan kuota BBM di Samarinda, agar tidak ada lagi antrean truk yang mengisi BBM menggunakan fuel card di SPBU,” jelas Angkasa.
Ia kemudian menyampaikan pernyataan dari Hiswana Migas saat RDP, ada sejumlah SPBU di Samarinda dikurangi kuota BBM-nya.
“Penggunaan fuel card bukan hanya di Samarinda. Tetapi beberapa daerah lain juga telah menggunakan fuel card. Namun, kuota pengisian BBM subsidi daerah lain lebih besar dibanding Kota Samarinda. Kalau di Samarinda kuotanya maksimal 120 liter, sedangkan daerah lain bisa mencapai 200 liter,” paparnya. (ADV)
