Lakukan Musrenbang, DPRD Samarinda Berikan Catatan
SAMARINDA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Samarinda Ulu Tahun 2023 dilaksanakan guna membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024 Kota Samarinda.
Acara tersebut berlangsung Aula Kantor Kecamatan Samarinda Ulu ini dibuka Camat Samarinda Ulu, yang dihadiri oleh Muhammad Fahmi serta Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.
Sri kemudian memberikan beberapa catatan mengenai pelaksanaan program yang menjadi prioritas mulai dari Pemkot Samarinda hingga ke tingkat kecamatan. Prioritas tersebut ialah mengenai pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Ia turut menjelaskan bahwa dalam memberdayakan ekonomi masyarakat perlu adanya ajakan bagi dunia usaha untuk turut serta dalam mengurangi angka pengangguran. Peran dunia usaha ini akan sangat membantu orang tua agar meningkatkan taraf hidup dan daya beli untuk memenuhi kebutuhan gizi yang cukup bagi anak.
“Peran serta seluruh pihak, termasuk dunia usaha ini penting. Terutama dalam menangani kasus stunting di Kota Samarinda. Penurunan angka stunting tidak hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan DP2KB, tetapi masyarakat juga berperan penting dalam menekan kasus stunting di Kota Samarinda,” tutur Sri Puji Astuti.
Selain dari kinerja pemerintah, masyarakat dan dunia usaha memiliki peran yang perlu ditingkatkan dalam menangani kasus stunting. Baginya sektor ekonomi memiliki kaitan yang sangat erat dengan sektor kesehatan. Titik temu kedua kebutuhan hidup itu adalah dalam soal biaya.
“Anak miskin tidak bisa makan atau salah kasih makan juga harus dihindari. Keduanya berkaitan erat antara ekonomi dan kesehatan,” lanjut Sri Puji Astuti.
Sri kemudian mengharapkan agar peran petugas kesehatan di level terdekat dengan masyarakat perlu terus ditingkatkan. Antara lain, petugas Posyandu untuk mengawasi tumbuh kembang anak-anak di Samarinda.
“Seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Kegiatan ini perlu konsisten agar tingkat pertumbuhan anak bisa terpantau,” kata Sri Puji Astuti.
Upaya penurunan angka stunting diharapkan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Stakeholder juga harus ikut turun menangani masalah Samarinda. (ADV)
