Program Rumah Layak Huni di Berau Baru Terealisasi 491 Unit
BERAU – Harapan warga kurang mampu di Kabupaten Berau untuk memiliki hunian layak terus diupayakan pemerintah daerah. Namun, program Rumah Layak Huni (RLH) yang digulirkan pemerintah pusat harus berhadapan dengan kebijakan efisiensi anggaran, sehingga progresnya belum sesuai target.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2025, tercatat baru 491 unit rumah yang terealisasi dari total 4.200 unit yang dialokasikan untuk Berau. Bahkan, untuk program rehabilitasi rumah, baru 46 unit yang dikerjakan. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami akan mencari jalan agar target tetap bisa terkejar,” katanya, Selasa (12/8/2025).
Kendati demikian, Gamalis menegaskan bahwa Pemkab Berau tidak berjalan sendiri. Dukungan swasta turut hadir, salah satunya dari PT Berau Coal yang menjalankan program serupa dengan membangun 500 rumah, melalui kerja sama yang langsung ditetapkan pemerintah pusat. “Kita sangat terbantu dengan kontribusi itu,” ujarnya.
Selain itu, rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri terkait pembebasan biaya Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan juga sudah dijalankan di daerah. Langkah ini menjadi bentuk kepastian bagi masyarakat agar tak terbebani biaya tambahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menambahkan pihaknya berperan dalam penyediaan data akurat penerima program RLH. Namun, ia mengakui masih ada perbedaan data antara kementerian terkait yang harus segera disinkronkan. “Kami terlibat dalam hal ini, karena data itu berangkat dari kampung,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyebut ada wacana pemanfaatan Alokasi Dana Kampung (ADK) sekitar Rp3 miliar untuk mendukung RLH. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan serius di level kementerian. “Jika ditetapkan, tentu ini akan semakin memperkuat program RLH di kampung-kampung,” pungkasnya. (*/Adv)
