Komisi IV DPRD Samarinda Tegas: Jangan Tunggu Heboh Baru Bertindak
SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi IV menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyoroti keterlambatan deteksi dini kerusakan sekolah. Ketua Komisi IV, Muhammad Novan Syahrony Pasie, menegaskan bahwa DPRD siap menjadi tempat aspirasi jika laporan sekolah tidak ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
“Kami sangat prihatin tiga sekolah di Samarinda dilaporkan rusak. Jangan menunggu heboh dulu baru ada penanganan. Kepala sekolah bisa segera melapor ke DPRD jika tidak mendapat respon dari dinas. DPRD akan menindaklanjuti,” tegas Novan, Selasa (5/8/2025).
Selain itu, Komisi IV DPRD Samarinda juga menyoroti penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Novan menilai, keterbatasan dana BOS tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkan sekolah dalam kondisi membahayakan siswa.
“Kalau renovasi besar belum memungkinkan, setidaknya Pemkot bisa mempertimbangkan opsi relokasi atau penggabungan sekolah. Ini bisa menjadi solusi jangka panjang,” jelasnya.
Laporan menyebutkan, tiga sekolah di Samarinda mengalami kerusakan parah, dengan bangunan masih berbahan kayu, rawan longsor, serta sering terdampak banjir. Menindaklanjuti hal itu, Komisi IV DPRD Samarinda akan segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan, termasuk ke SDN 020 Samarinda Utara, untuk memastikan langkah konkret Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.
“Komisi IV akan mengawal perbaikan sekolah ini. Keselamatan siswa harus jadi prioritas utama,” pungkas Novan.
(adv/nk/DPRD Samarinda)
