Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/ekoranid/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Ketua Komisi IV Harap Program BPJS Ketenagakerjaan Lebih Efektif dan Tepat Sasaran - e-koran.id - SANTUN TERKINI
ADVERTORIAL

Ketua Komisi IV Harap Program BPJS Ketenagakerjaan Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti berharap kendala yang menghambat program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kota Samarinda dapat segera diselesaikan. Terutama bagi para pekerja dengan kategori rentan. Sehingga program tersebut bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan tersebut mesti diselesaikan pemerintah. Agar program tersebut berjalalan lebih efektif lagi. SDM perlu diperkuat, anggaran ditambah, dan informasi tersampaikan secara merata ke masyarakat,” jelas dia.

Sri Puji Astuti menyebut ada 4 kendala utama yang menghambat program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kota Samarinda. Terutama bagi para pekerja dengan kategori rentan.

Pertama, kata dia, Regulasi belum lengkap. Regulasi tersebut sangat penting. Karena, regulasi ini untuk memastikan jumlah pekerja kategori rentan yang menerima bantuan dan jaminan perlindungan. “Data harus lengkap. By name, by address, phone, dan rekening. Bagaimana mau membayarkan BPJS Ketenagakerjaan, kalau regulasinya belum lengkap,” kata dia.

Kedua, lanjut dia, Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi masih minim. Dalam kurun waktu 2 tahun, banyak mutase pegawai. Ini membuat pelaksanaan program tersebut tidak maksimal.

“Ketiga, keterbatasan anggaran. Sekarang ini, anggaran yang dialokasikan Rp14 miliar. Ditambah bantuan Presiden Rp3,8 miliar. Totalnya, sekitar Rp18 miliar. Anggaran tersebut masih minim dan perlu ditingkatkan lagi,” jelas dia.

Selanjutnya, keempat, kata dia, kendala informasi ke masyarakat soal kegiatan pelatihan dan bagaimana cara untuk mengaksesnya. Karena, ada masyarakat  masih belum mengetahuinya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *