Perlu Ada Komunikasi Soal Buku LKS Antara Sekolah dan Orangtua Siswa
SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Damayanti menyampaikan perlu ada komunikasi dan kesepakatan antara pihak sekolah dan orangtua siswa. Paling penting, tidak ada unsur paksaan pembelian buku LKS tersebut.
“Kalau memang tujuannya, untuk menunjang pembelajaran anak didik. Ya, pembelian buku LKS itu mungkin masih bisa diterima. Tetapi, kami menyarankan jangan ada paksaan. Perlu ada komunikasi dan kesepakatan dengan orangtua siswa,” kata dia.
Untuk menunjang latihan soal dan tambahan materi pelajaran, beberapa sekolah kadang menambahkan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai pelengkap buku pelajaran resmi. Namun, ada saja keluhan dari orangtua siswa saat diharuskan membeli buku LKS tersebut.
Dia juga menyinggung soal krisis literasi, yang selama ini dihadapi masyarakat Kota Samarinda. Karena itu, masyarakat perlu bijaksana menyikapi kebutuhan literasi dan pendidikan.
“Kami harapkan masyarakat lebih proaktif mendukung pendidikan anak. Termasuk memenuhi kebutuhan proses pembelajaran. Jangan sampai saat membeli buku, mereka terasa berat mengeluarkan uang. Tetapi ketika bermain media sosial atau hiburan, mereka cepat,” kata dia. (ADV)
