Markaca Imbau Pemkot Intensif Atur Lalu Lintas Gunung Manggah
SAMARINDA – Rawan terjadi kecelakaan, pengendara dihimbau untuk berhati-hati saat melintas di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) atau kawasan Gunung Manggah. Baik bagi pengendara yang sedang menuju ke Sambutan atau dari Sambutan menuju ke perkotaan
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Markaca mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintasi jalan tersebut, baik saat naik maupun saat menuruni gunung.
“Kalau misalnya naik atau tanjakan, usahakan jangan sampai berada di belakang mobil atau truk dengan muatan yang banyak,” kata Markaca.
Kecelakaan yang terjadi sangat mungkin terjadi akibat kondisi jalan yang menanjak sehingga Markaca meminta agar pemerintah kembali mengkaji lebih dalam terkait penanganan lalu lintas di wilayah tersebut.
“Kalau seperti truk besar pengangkut barang gitu. Artinya, kan cukup mengganggu. Coba di gunung itu sudah berapa banyak jiwa melayang. Jangan sampai masalah yang sebenarnya bisa diatasi, malah merembet,” jelas Markaca.
Ia turut meminta agar truk besar berhati-hati ketika membawa material yang cukup banyak, harus hati-hati. Bahkan kalau perlu kendaraan besar tidak usah melintas kawasan itu karena membahayakan bagi pengendara lainnya.
“Iya. Jangan main-main. Kawasan itu sudah memakan korban banyak. Jadi perlu hati-hati,” tambahnya.
Selain itu kinerja dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menjadi sorotan. Perlu dilakukan patroli di kawasan tersebut sehingga bisa meminimalisir kecelakaan.
“Truk-truk besar juga jangan sampai melintas pada jam-jam sibuk. Itu membahayakan juga,” tegasnya.
Ia kemudian yakin apabila pembangunan terowongan itu selesai kemungkinan besar dapat mengurai kemacetan di Jalan Otista dan mampu menghindarkan pengendara yang melintas dari kecelakaan. Terlebih dengan banyaknya kasus di Gunung Manggah ini, harapannya pemerintah dapat mengambil tindakan.
Jika perlu apabila ada pekerjaan yang anggarannya dapat dialihkan hal tersebut, sangat baik untuk segera dilakukan.
“Kalau pengerjaan infrastruktur misal tidak urgensi, ya kenapa tidak dialihkan dulu ke situ? Karena sebaik-baiknya pembangunan adalah yang bermanfaat untuk masyarakat banyak,” pungkasnya. (ADV)
