Banjir Lumpur Jadi Perhatian Komisi III DPRD Samarinda
SAMARINDA – Terjadinya banjir lumpur menerjang kurang lebih 23 rumah di Jalan M. Said Samarinda pada Selasa malam, 31 Januari 2023 lalu. Banjir lumpur tersebut diketahui merusak kendaraan warga dan menutupi jalanan sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Hal ini kemudian mengundang kedatangan dari Komisi III DPRD Samarinda.
Tinjauan Komisi III DPRD Samarinda ini dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya bersama dengan anggota DPRD Samarinda Eko Eliasmoko, Kepala Dinas BPBD Samarinda, Suwarso, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurrahmani, serta Sekretaris Lurah Lok Bahu, Torang Manalu, meninjau dampak banjir lumpur di sekitar kegiatan Perum Premier Hill.
Kunjungan dan peninjauan Komisi III DPRD Samarinda tersebut, aparat langsung menghentikan kegiatan pematangan lahan sekitar kegiatan Perum Premier Hill. Kegiatan pematangan lahan akan berlanjut jika syarat terbitnya AMDAL terpenuhi.
Saran lainnya adalah bagi pihak pengembang harus membuat kolam resapan untuk penampungan air sementara.
Angkasa Jaya turut menegaskan agar pihak pengembang bertanggung jawab atas dampak banjir lumpur tersebut. Antara lain dengan memberikan santunan kepada warga terdampak banjir lumpur baik kategori sedang maupun berat.
“Menghimbau kepada pihak pengembang untuk segera mendistribusikan dana santunan bagi warga yang terdampak lumpur kategori sedang dan berat,” kata Angkasa Jaya.
Angkasa Jaya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil pihak pengembang, Dinas LH, Dinas PUPR, dan Dinas BPBD kota Samarinda untuk membahas masalah tersebut di DPRD Samarinda.
“Kita akan panggil pihak terkait untuk memberikan klarifikasi. Solusinya, pemerintah harus terlibat. Dalam hal ini yang utama adalah Pemkot juga harus mencari solusi apa yang menjadi kesulitan masyarakat. Banjir ini membuat ketidaknyamanan,” lanjut Angkasa Jaya. (ADV)
